Sistem Mulazamah

EMIISc Boarding School menerapkan sistem pendidikan dengan menggunakan sistem pendidikan mulazamah (menyelesaikan materi per kitab).

Sistem Pendidikan mulazamah
merupakan sistem pendidikan yang mewajibkan seorang santri untuk tinggal bersama dengan gurunya. Ini sesuai dengan arti kata mulazamah itu sendiri yakni, لازم – يلازم yang berarti menemani atau tinggal bersama. Metode ini dikenal pula dengan istilah mondok, meskipun dalam prakteknya nanti terdapat perbedaan.
Metode mulazamah sudah ada sejak zaman Rasullullah shalallahu’alaihi wasallam. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya hadits yang menerangkan kalau sahabat-sahabat dahulu selalu berusaha untuk menemani Rasullullah shalallahu’alaihi wasallam dalam banyak kesempatan, salah satu contohnya adalah 4 orang sahabat (khulafa’urrasyidin) dimana mereka senantiasa berusaha untuk menemani dan menggali ilmu dari Rasullullah shalallahu’alaihi wasallam. Metode mulazamah merupakan sistem pendidikan paling efektif khususnya dalam bidang syar’iyah.
Kenapa bisa demikian? karena para santri mulazamah yang diharuskan tinggal bersama masyayikh/asatidz bisa fokus untuk menggali ilmu dari sang guru, dan mudah untuk bertanya saat menemukan masalah dalam praktek keseharian. Lebih dari itu para santri mulazamah bisa secara langsung memperhatikan keseharian sang guru, sehingga pembelajaran tidak didapat secara lisan saja melainkan dari teladan tingkah dan perbuatan sang guru. Lantas apa lagi perbedaan mulazamah dengan sistem pendidikan pada umumnya? Oke, di antara perbedaan lainnya adalah sistem mulazamah mengharuskan guru tinggal dalam kompleks atau lingkungan yang sama dengan para santri. Ini sangat berpengaruh. Dengan sistem ini sang guru tidak terbebani dengan jarak tempat mengajar dengan tempat dia tinggal, sehingga energinya bisa lebih terfokus untuk memberikan pembelajaran. Selain itu, sang guru bisa langsung mengawasi praktek keseharian santri, dan secara langsung memastikan apakah ada masalah atau tidak dalam keseharian para santrinya.